Komik Tintin Bahasa Indonesia Lengkap Judul

Di negara asalnya, Belgia, Tintin mulai terbit sebagai cerita bergambar dalam majalah Le Petit Vingtieme, sebelum akhirnya tampil sebagai buku sejak tahun 1945. Bisa dibilang PETUALANGAN TINTIN adalah tonggak bersejarah dalam dunia komik internasional. Dalam kisah-kisah petualangan Tintin dan Milo---yang kemudian juga ditemani oleh Kapten Haddock, sang ilmuwan Lakmus, serta Di negara asalnya, Belgia, Tintin mulai terbit sebagai cerita bergambar dalam majalah Le Petit Vingtieme, sebelum akhirnya tampil sebagai buku sejak tahun 1945. Bisa dibilang PETUALANGAN TINTIN adalah tonggak bersejarah dalam dunia komik internasional. Dalam kisah-kisah petualangan Tintin dan Milo---yang kemudian juga ditemani oleh Kapten Haddock, sang ilmuwan Lakmus, serta si kembar Dupondt---pembaca bukan hanya diajak keliling dunia, tapi juga dibawa menelusuri sejarah serta politik sejak tahun 1940-an sampai 1980-an. Terkesan berat?

Tintin justru bisa menjadi bacaan anak-anak yang sangat menarik, karena penuh adegan lucu serta pelajaran moral kebaikan vs. Kejahatan yang sangat penting. Narkoba memang laknat. Mulai dari wilayah Laut Tengah sampai ke India, Tintin menguber sindikat penyelundup narkoba internasional. Here's a well-done constructed Tintin's adventure. Full of rhythm, we visit many places, (including India & Egypt).

And unlike previous volumes, the adventure has a real interest. We are no longer. Here, we're plunged into the heart of a large-scale drug trafficking.

So, as always it is approached with lots of humour, some facilities at times, but we find all that we love in The Adventures of Tintin and even if it still lacks some cult figures, the optics of the adventurer Here's a well-done constructed Tintin's adventure. Full of rhythm, we visit many places, (including India & Egypt).

And unlike previous volumes, the adventure has a real interest. We are no longer.

Here, we're plunged into the heart of a large-scale drug trafficking. So, as always it is approached with lots of humour, some facilities at times, but we find all that we love in The Adventures of Tintin and even if it still lacks some cult figures, the optics of the adventurer as we know him already appears. Cigars of the Pharaoh is one of Tintin's earliest adventures.

He and Snowy are on a cruise to Egypt when they happen to meet Professor Sophocles Sarcophagus (the first of Tintin's absent-minded professors) and join his expedition. But they become embroiled in a complicated scheme involving a fakir, cigars marked with an unusual brand, and Rajijah, the poison of madness. Most significantly, Tintin meets the detectives Thompson and Thomson as well as the movie mogul Rastapopolous. While Cigars of Cigars of the Pharaoh is one of Tintin's earliest adventures. He and Snowy are on a cruise to Egypt when they happen to meet Professor Sophocles Sarcophagus (the first of Tintin's absent-minded professors) and join his expedition. But they become embroiled in a complicated scheme involving a fakir, cigars marked with an unusual brand, and Rajijah, the poison of madness. Most significantly, Tintin meets the detectives Thompson and Thomson as well as the movie mogul Rastapopolous.

While Cigars of the Pharaoh is a self-contained story, some of the mysteries are resolved in The Blue Lotus. Herge wrote Cigars in 1932 then revised it in 1955, which is why the art has the more polished look of later stories as well as the anachronistic glimpse of a copy of Destination: Moon. Spooky this One. I hate mummies hiks:(. Diantara sekian banyak komik Tintin yang pernah saya baca, Cerutu Sang Pharaoh (Indira) atau Cerutu Sang Firaun (Gramedia, 2008) merupakan salah satu judul favorit saya. Saya pertama kali membacanya saat masih duduk di bangku SMP. Saya teratik dengan covernya yang menggambarkan Tintin dan Milo (Snowy) sedang mengendap-ngendap dalam sebuah makam lengkap dengan latar heliograf dan mumi yang berderet-deret.

Download Komik Indonesia

Saat itu, saya juga sangat tertarik dengan lambang / simbol sang Firaun yang terdapat di buk Diantara sekian banyak komik Tintin yang pernah saya baca, Cerutu Sang Pharaoh (Indira) atau Cerutu Sang Firaun (Gramedia, 2008) merupakan salah satu judul favorit saya. Saya pertama kali membacanya saat masih duduk di bangku SMP.

Jun 01, 2013 Download Komik Tintin Bahasa Indonesia Wednesday, June 12. Untuk judul: Tintin dan Cerutu Sang Faraoh dan Tintin. Dec 18, 2013 GRATIS DOWNLOAD THE ADVENTURE OF TINTIN BAHASA INDONESIA. Les Aventures de Tintin) adalah serial komik album. #KumisPanas- Judul.

Saya teratik dengan covernya yang menggambarkan Tintin dan Milo (Snowy) sedang mengendap-ngendap dalam sebuah makam lengkap dengan latar heliograf dan mumi yang berderet-deret. Saat itu, saya juga sangat tertarik dengan lambang / simbol sang Firaun yang terdapat di buku ini. Saking sukanya akan simbol tersebut, saya sering menggambarkan simbol sang firaun tersebut di buku-buku tulis saya semasa SMP. Karenanya ketika Gramedia menerbitkan kembali seri petualangan Tintin, maka Cerutu Sang Firaun merupakan buku Tintin pertama yang saya beli setelah sebelumnya saya memperoleh 2 judul lain (Tintin di Soviet & Si Kuping Belah) secara gratis atas kebaikan Gramedia. Di awal kisahnya, diceritakan Tintin bersama Milo sedang dalam perjalanan menuju Shanghai. Di atas kapal ia bertemu dengan Philemon Siclone yang mengaku memiliki manuskrip dengan simbol Firaun berupa peta lokasi kuburan Firaun Kih-Oskh yang hilang. Banyak ahli Mesir berusaha menemukannya, anehnya mereka semua hilang tak berbekas.

Untuk itu Siclone mengajak Tintin bergabung untuk bersama-sama menemukan kuburan Firaun yang hilang itu. Namun belum sampai tujuan, malam sebelum kapalnya berlabuh di Port Said, seseorang menjebak Tintin dengan memasukkan narkoba kedalam kabinnya. Tintin pun ditangkap dan dikurung dalam kabinnya oleh detektif kembar Dupond dan Dupont. Namun ketika kapal telah berlabuh di Port Said, Tintin dan Milo berhasil meloloskan diri.

Di Port Said Tintin bertemu kembali dengan Siclone dan akhirnya berhasil menemukan makan Sang Firaun yang hilang. Ketika Tintin memasuki ruang makam, betapa kagetnya karena ia menemukan para peneliti Mesir yang dikabarkan hilang telah menjadi mumi, dan yang lebih mengerikan lagi telah tersedia tiga sarkofagus kosong dengan nama Siclone, Tintin dan Milo. Belum pulih dari rasa kagetnya, Tintin tiba-tiba terjebak dalam kuburan itu. Saat mencari jalan keluar, ia menemukan beberapa peti berisi cerutu dengan symbol Sang Firaun.

Namun tiba-tiba kepalanya pusing dan iapun jatuh pingsan. Apa yang terjadi pada Tintin, mengapa ada cerutu dalam makam sang Firaun?, Berhasilkah ia menemukan jalan keluar dan memecahkan misteri yang ia temui? Yang pasti dalam petualangannya kali ini kita akan diajak mengungkap sindikat perdagangan narkoba mulai dari Mesir, Arab, hingga India. Dan bak menonton film James Bond, kita akan disuguhkan petualangan baik di laut, darat dan udara. Berdasarkan urutan kronologisnya, Cerutu Sang Firaun merupakan kisah ke 4 dari petualangan Tintin. Untuk pertama kalinya kisah ini dirilis pada tahun 1932. Di komik inilah untuk pertama kalinya pasangan detektif Dupond dan Dupont (Thomson & Thompson) muncul.

Selain itu, Cerutu Sang Firaun juga menjadi pemunculan pertama Roberto Rastapopoulos, musuh abadi Tintin yg kerap tampil sampai beberapa episode berikutnya. Ketika komik ini dibuat, penemuan makam Firaun sedang menjadi topik yang hangat sehingga mengilhami Herge untuk membuat kisah Tintin yang terperangkap dalam makam sang Firaun lengkap dengan hieroglif dan mummi. Bahkan Herge mencantumkan para peneliti yang dikenal telah meninggal secara misterius setelah melakukan ekspedisi makam-makam Firaun. Sedangkan untuk logo Firaun, nampaknya Herge mengadaptasi dari lambang Yin dan Yang sehingga jika diperhatikan akan ada kemiripam yang signifikan. Seperti yang menjadi ciri khas komik petulangan Tinitin, dalam komik ini Herge menunjukkan berbagai akurasi gambar dengan kondisi sebenarnya seperti hieroglif pada makam Firaun, menara Port Said, pakaian tentara-tentara Arab, termasuk senapannya.

Dan juga pesawat tempur DH-80 buatan Inggris, 1929. Selain itu penggambaran fisik bangsa India beserta kebudayaannya juga tersaji secara akurat.

Semua itu menandakan bahwa Herge telah melakukan riset yang dalam untuk menghidupkan latar dalam tiap komik-komiknya. Namun ada juga kejanggalan dalam judul ini, contohnya di halaman 15 Sheik Patrash Pasha terlihat menunjukkan sebuah buku komik Tintin yang berjudul ‘Perjalanan ke Bulan’. Padahal kisah Perjalanan ke Bulan baru dibuat dua puluh tahun kemudian setelah kisah Cerutu sang Firaun dibuat. Menurut Tintinologist (situs resmi Tintin), kejanggalan tersebut dikarenakan komik Tintin telah berulangkali dilakukan revisi atau penggambaran ulang oleh Herge sendiri. Pada versi Petit Vingtieme, komik yang ditunjukkan Sang Pasha pada Tintin adalah komik 'Tintin di Amerika', sedangkan di edisi kedua yang diperlihatkan adalah ‘Tintin di Congo’. Hal ini juga disebabkan karena pembuatan/penerbitan Tintin versi warna yang memang tidak seusaui dengan urutan versi awalnya yang masih berupa komik hitam putih Kisah petualangan Tintin dalam membongkar sindikat narkoba dalam Cerutu sang Firaun akan terus berlanjut dalam kisah Lotus Biru. Tak heran jika dalam Cerutu Sang Firaun belum terungkap secara jelas siapa otak mafia dibalik penyebaran narkoba yang disamarkan dalam bentuk sebuah cerutu bersimbol Sang Firaun.

Komik jadul dan diterbitkan jauh sebelum saya lahir, tapi ceritanya tetap sangat menarik kok. Walopun saya rasa gaya komedi slapstick-nya gak relevan lagi buat pembaca zaman sekarang. Karena menurut saya kekonyolannya (termasuk musuh-musuhnya juga) itu menyiratkan kebodohan yang terlau dibuat-dibuat. Well, aniway, komik Tintin ini merupakan legenda dan banyak digemari oleh orang-orang di seluruh dunia. Termasuk juga mungkin orang tua atau om dan tante kamu. Dalam kisah petualangan Tintin k Komik jadul dan diterbitkan jauh sebelum saya lahir, tapi ceritanya tetap sangat menarik kok. Walopun saya rasa gaya komedi slapstick-nya gak relevan lagi buat pembaca zaman sekarang.

Karena menurut saya kekonyolannya (termasuk musuh-musuhnya juga) itu menyiratkan kebodohan yang terlau dibuat-dibuat. Well, aniway, komik Tintin ini merupakan legenda dan banyak digemari oleh orang-orang di seluruh dunia. Termasuk juga mungkin orang tua atau om dan tante kamu. Dalam kisah petualangan Tintin kali ini bercerita tentang Tintin yang mengungkap jaringan sindikat narkoba Internasional. Mulanya Tintin hendak berlibur dengan kapal pesiar, lalu secara tidak sengaja ia bertemu dengan Sophocles Sarcophagus yang hendak melakukan ekspedisi menemukan makan Faraoh Kih-Oskh dan mengajak Tintin berepetualang bersamanya.

Banyak para ahli yang hendak mengungkap keberadaan makam Faraoh ini, namun mereka semua menghilang tanpa jejak. Ada suatu misteri yang menyelimuti makam ini. Setelah Tintin dan Sarcophagus berhasil menemukan dan masuk ke dalam makam sang Faraoh, rupanya di dalam makam itu telah dipenuhi dengan peti mati berisi para arkeolog yang hendak menguak misterinya. Selain itu yang membuat Tintin kaget adalah ditemukannya tiga peti baru yang masih kosong dan sengaja disiapkan untuknya, Sarchopagus dan juga anjingnya, Snowy. Begitulah menurut nama-nama yang tertulis di masing-masing peti.

Ia juga menemukan cerutu-cerutu yang berlambang aneh. Nah, dari sinilah petualangan Tintin bermula yang mengakibatkannya menjadi incaran organisasi penjahat, berurusan dengan para penyelundup senjata api. Dan juga kesalahpahaman yang terjadi antara Tintin dan Detektif kembar Tompson & Tompson yang berniat mengungkap sindikat penjahat Internasonal membuat kisah petualangan wartawan berambut jambul khas dan anjingnya, Snowy, ini jadi makin menarik buat disimak. >>More review, more recommended book on.

I'm amazed that Herge drew/wrote Cigars of the Pharaoh in the early 1930s and not the 1960s or later. The story's all about drug smuggling. Tintin gets threatened with arrest when someone plants heroin in his cabin aboard ship.

And the analysis of the whys behind hungry farmers choosing to grow poppies instead of food could have come out of today's headlines: 'The poppy from which opium is made flourishes in this region. The drug traffickers terrorise my people. They force the peasants to grow po I'm amazed that Herge drew/wrote Cigars of the Pharaoh in the early 1930s and not the 1960s or later. The story's all about drug smuggling.

Tintin gets threatened with arrest when someone plants heroin in his cabin aboard ship. And the analysis of the whys behind hungry farmers choosing to grow poppies instead of food could have come out of today's headlines: 'The poppy from which opium is made flourishes in this region. The drug traffickers terrorise my people. They force the peasants to grow poppies instead of food, and purchase the crop for a miserable sum. Then, when the unhappy people need the rice they should have grown for themselves, they have to buy it from the smugglers at exorbitant prices.' In addition to being topically relevant, there's plenty of wit on display in Cigars of the Pharaoh.

One of my favorite examples is Tintin using the name 'Ali-bhai' (alibi) to disguise himself in Arabia. With some of Herge's wit comes discomfort, however. Racial stereotypes play an important role in Herge's humor. A scene where Snowy fights and bites a 'sacred cow' and as a result is to be sacrificed on the altar of Siva is particularly offensive to me. Arabs and Subsaharan Africans receive suspect treatment as well. I've been critical of Herge's somewhat muted racism found in both Tintin books I've read thus far. In the end, I found the topic of drug smuggling to be handled fairly well, and Herge's treatment of Hinduism, though still inappropriate, seemed less harmful than the handling of Native American culture and speech in Tintin in America.

Additionally, the coloring and artwork appeared more refined to me. Wondershare Data Recovery Serial Key Macromedia. My kingdom for a reduction in death-defying last second escapes, however. This Tintin adventure introduces Thomson and Thompson, and an accompanying slapstick element which is one of the key elements that has my 5 year-old hooked on the Tintin franchise. Tintin and Snowy repeatedly get themselves in and out of trouble while traipsing through the Arabian Peninsula and India, both as seen through 1934 Herge's Orientalist (but never hateful) lens. Again I appreciate the supplementary material in the Little, Brown edition which helps ground Herge's cartoon stere This Tintin adventure introduces Thomson and Thompson, and an accompanying slapstick element which is one of the key elements that has my 5 year-old hooked on the Tintin franchise. Tintin and Snowy repeatedly get themselves in and out of trouble while traipsing through the Arabian Peninsula and India, both as seen through 1934 Herge's Orientalist (but never hateful) lens. Again I appreciate the supplementary material in the Little, Brown edition which helps ground Herge's cartoon stereotypes of various peoples and cultures with some real-world facts and context presented in a kid-friendly format.

As a child I had like 4 Tintin books. Some of my friends had the series and I read theirs too. But never this one and I want to it read it so badly. I found the title so charming. The funny thing is that in some mysterious ways I never got the chance in my childhood. When I went to a bookstore they had all the Tintin books but Cigars of the Pharaoh.

My friends didn't have it or they just had given it to a friend or a relative. So last night after many years I read Cigars of the Pharaoh for t As a child I had like 4 Tintin books. Some of my friends had the series and I read theirs too.

But never this one and I want to it read it so badly. I found the title so charming. The funny thing is that in some mysterious ways I never got the chance in my childhood. When I went to a bookstore they had all the Tintin books but Cigars of the Pharaoh. My friends didn't have it or they just had given it to a friend or a relative.

So last night after many years I read Cigars of the Pharaoh for the first time. It had an amazing start but soon it lost its charm.

Tintin running from one place to another and finally in the last few pages solve the mystery. Well that's too Tintin. Not my favourite Tintin adventure, I must admit.

A bit too whimsical, with Tintin talking to elephants with a bugle at one time, and Snowy keeping the chatter on almost throughout. Rastapopulous makes a surprisingly benign appearance, which doesn't sit in with his usual persona. I am guessing this is the book where the character is introduced, which could explain it. And Tintin without Capt. Haddock always seems a little off to me, so that maybe another reason I didn't enjoy 'Cigars.' Not my favourite Tintin adventure, I must admit.

A bit too whimsical, with Tintin talking to elephants with a bugle at one time, and Snowy keeping the chatter on almost throughout. Rastapopulous makes a surprisingly benign appearance, which doesn't sit in with his usual persona. I am guessing this is the book where the character is introduced, which could explain it. And Tintin without Capt. Haddock always seems a little off to me, so that maybe another reason I didn't enjoy 'Cigars.' Lastly, it feels like cheating to have this counted as a 'book' for helping me reach my target of 42, but at this time of the year with 15 books behind, I'll take whatever comes!:). Tintin takes a cruise of Asia and discovers a gang of opium smugglers hiding their wears in cigars.

This one's quite fun but its very much this happens and then this with very little connection. We end up in Cairo, India, the high seas. I particularly like the scene where Tintin learns to speak elephant, and gate-crashes the secret meeting of the hooded cult. Its loads of separate vignettes again, but its fun and the artwork is classic Tintin. The Thom(p)son Twins make a welcome appearance.

Have Tintin takes a cruise of Asia and discovers a gang of opium smugglers hiding their wears in cigars. This one's quite fun but its very much this happens and then this with very little connection. We end up in Cairo, India, the high seas. I particularly like the scene where Tintin learns to speak elephant, and gate-crashes the secret meeting of the hooded cult. Its loads of separate vignettes again, but its fun and the artwork is classic Tintin. The Thom(p)son Twins make a welcome appearance.

Have The Blue Lotus on hand because this is part one of a loose two-parter.

Foto stasiun Gare du Nord yang diambil pada tahun. Dalam pengamatannya tentang sebuah di, menemukan bahwa memaksa para penduduk untuk memilih satu partai saja yaitu dengan cara menodongkan senjata kepada mereka.

Selain itu yang disampaikan kepada dari mengenai pabrik-pabrik mereka di yang sedang memproduksi, sebenarnya hanyala bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh beberapa orang yang memukul-mukulkan palu untuk membuat keributan dan asap yang timbul dari cerobong-cerobong pabrik hanyalah jerami yang dibakar. Dalam pengembaraannya di jalanan di kota, ia menemukan bahwa pihak pemerintahan membagi-bagikan roti kepada anak-anak yang kelaparan jika dan hanya jika mereka mendukung, jikalau tidak, mereka akan dipukuli, ditendangi dan tidak mendapatkan makanan. Karena adanya penurunan panenan serta untuk mempertahankan propaganda bahwa negeri yang kaya raya dan mampu melakukan ekspor ke luar negeri, maka sebenarnya terjadi kelaparan yang sangat parah di dalam negeri. Oleh karena itu, para pemimpin merencanakan untuk melakukan penjarahan di beberapa pertanian yang memiliki panenan yang berlebihan. Berhasil menyelamatkan beberapa dengan memperingatkan tentang berita ini, namun dia tertangkap lagi karena tindakannya yang menarik perhatian tentara setempat. Mobil yang ditampilkan dalam komiknya.

Salah satu bentuk transportasi darat yang ditampilkan oleh dalam komik ini adalah sebuah mobil tipe sport dari type S yang diambil dari foto tahun. Udara [ ] Dalam kisah ini juga ditunjukkan pemakaian pesawat udara oleh sebagaimana dalam kisah-kisah lainnya. Dalam kisah ini, dipakai pesawat udara yang ditenagai oleh motor 400 HP adalah. Terjemahannya [ ] Bahasa Inggris [ ] Buku ini diterjemahkan ke dalam untuk pertama kalinya pada tahun, diterbitkan oleh penerbit Sundacer,. Buku ini dialih bahasakan oleh Leslie Lonsdale-Cooper dan Michael Turner. Buku ini diterbitkan dalam format facsimili,, bersampul tebal dengan ISBN:.

Pada tahun diterbitkan ulang oleh penerbit (), dan mengalami cetak ulang pada tahun dengan. Bahasa Indonesia [ ] Terbitan Indira [ ] Buku ini diterbitkan untuk pertama kalinya oleh penerbit pada paruh waktu, yang dialih bahasakan oleh Temmy, dan teks di balon ditulis oleh Tuti B.W., dengan editor; Arya Sidharta dan dicetak oleh Glory Offset dengan.

Dalam cetakan, buku ini berukuran cukup besar jika dibandingkan dengan terbitan yang hanya berukuran 22 cm saja. Karena dalam cerita ini dan sempat mampir di maka tidak lupa mencantumkan kosakata dalam seperti: • Halt - Artinya berhenti dan terdapat pada halaman 6 panel 1 serta pada halamn 8 panel 3 dan 4. • polizei bericht - Yang berarti 'pengumuman ' dan terdapat pada halaman 6 panel 2. • Hilfe - 'Tolong', kata salah seorang ketika berkelahi dengan dan di dalam penjara yang gelap dan terdapat pada halaman 7 panel 4. • Zum Teufel - Umpatan salah seorang ketika berkelahi dengan dan di dalam penjara yang gelap dan terdapat pada halaman 7 panel 4. • Ausgang - Yang berarti 'pintu keluar' dan terdapat pada halaman 7 panel 6.

• schwein strasse - Yang berarti 'Jalan Babi' (Salah satu nama jalan di ) dan terdapat pada halaman 8 panel 3. • mein got - Yang berarti 'Demi Tuhan!' Dan terdapat pada halaman 8 panel 3. • Zum Lowen Gasthaus - Yang berarti 'Rumah Singgah Zum Lowen' dan terdapat pada halaman 132 panel 3. • jaw mein herr ( yang benar tulisannya adalah ja mein herr) - Yang berarti 'Iya Pak' dan terdapat pada halaman 132 panel 5. • hier ist das room - Yang berarti 'Ini kamarnya' dan terdapat pada halaman 133 panel 1. • nach Brussel - Yang berarti 'Tujuan ke ', terdapat pada dinding kereta yang dinaiki dan dan terdapat pada halaman 139 panel 2 dan 4.

Secara tidak langsung kita mempelajari sambil membaca komik ini. Terbitan Gramedia [ ] Untuk versi, diterjemahkan oleh Donna Widjajanto dan diterbitkan untuk pertama kalinya pada paruh. Lihat pula [ ] • • Referensi [ ].

Tokoh-tokoh berwatak baik dari serial Tokoh-tokoh pendukung yang diciptakan oleh dalam serial diketahui lebih banyak dikembangkan dibandingkan para tokoh utamanya. Di mana masing-masing tokoh itu memiliki kekuatannya masing-masing dan kepribadiannya yang menarik dan setara dengan tokoh yang diciptakan oleh. Menggunakan tokoh-tokoh pembantu tersebut untuk menciptakan sebuah 'dunia nyata', dan oleh karena itu ada jga tokoh jahat dalam serial ini. Untuk menjaga keseimbangan dan keberadaanya, maka tokoh-tokoh tersebut muncul secara berkala dalam serial ini.

Selain itu, spekulasi juga menyatakan bahwa pekerjaan di dan pembatasan yang terjadi kala itu membuat untuk menampilkan karakter tersebut dalam untuk menghindari perbenturan dengan. Tokoh-tokoh pendamping berkembang dengan baik kala itu. Tokoh utama [ ] Tintin dan Milo [ ].